Persamaan reaksi dikatakan setara, bila jumlah atom-atom zat-zat pereaksi (pada ruas kiri) sama dengan zat-zat hasil reaksi (pada ruas kanan). Untukmenentukan koefisien reaksi, maka reaksi harus setara. Persamaan reaksi dikatakan sudah setarajika zat-zat yang terlibat dalam reaksi antara ruas kiri dan ruas kanan sudah setara jumlah maupun muatannya. Penulisan persamaan reaksi harus mengikuti hukum Kekekalan Massa (jumlah zat), hukum Perbandingan Tetap (rumus kimia), serta sifat-sifat Setelahitu, kita menyeimbangkan atom hidrogen dengan memilih koefisien 7 untuk O 2 dan 6 untuk H 2 O. Akhirnya, kita memiliki persamaan reaksi yang setara: 2 C 2 H 6 + 7 O 2 → 4 CO 2 + 6 H 2 O Untuk soal nomor 2, pilihan jawaban yang benar adalah D. Kita dapat menyelesaikan soal ini dengan menyeimbangkan jumlah atom dari setiap unsur di persamaanreaksi kimia berikut yang sudah setara adalah a. Fe + HBr --> FeBr2 + H2 b. H2 + Cl2 --> HCl c. 2HCl + KOH --> KCl + H2O d. MgO + HCl --> MgCl2 + H2O e Padakondisi suhu dan tekanan yang sama, maka untuk suatu persamaan reaksi yang sudah setara berlaku: "Perbandingan koefisien zat-zat dalam persamaan reaksi sama dengan perbandingan volumenya." Contoh Soal Hukum Gay Lussac Berikut ini adalah beberapa contoh soal Hukum Gay Lussac dan jawabannya: Soal 1 Langkahlangkah penyetaraan persamaan reaksi di atas adalah sebagai berikut: Menuliskan rumus kimia dan persamaan reaksi yang belum setara: Menetapkan koefisien = 1, sedangkan koefisien zat-zat lainnya disetarakan dengan cara dibuat persamaan matematika seperti berikut: Atom N: .. .